Mungkin sebagian dari kita, bertanya-tanya.
Mengapa kita berada di jalan ini? Jalan ini bukanlah jalan yang ditaburi
bunga-bunga harum, bukan jalan yang mudah ditempuh. Namun, jalan ini adalah
jalan yang penuh onak dan duri. Jalan yang tidak semua orang bisa menikmatinya
dengan penuh ketabahan, kesabaran, dan keistiqamahan.
Bukankah kita sepatutnya iri, melihat mereka
yang menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang, tanpa perlu memikirkan
suatu hal yang mungkin hanya memberatkan pikiran saja. Tak perlu menghadiri
SYUTING* untuk membahas masalah tertentu, tak perlu menghadiri kajian yang
terasa menjenuhkan, tak perlu mengingatkan orang lain untuk terus berbuat baik.
Apakah keberadaan kita di jalan ini, hanyalah
sebagai bentuk sebuah keterpaksaan, ikut-ikutan, tanpa mengetahui orientasi
sesungguhnya kita berada di jalan ini. Atau jangan-jangan ki dari penampilan
kita mendukung mengenai eksistensi keberadaan di jalan ini, namun hati kecil
kita menolaknya karena belum siap menerima.
Teringat pada sebuah buku kecil, namun
manfaatnya sungguh luar biasa.”Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami”