Kunci sukses
itu ada di dalam hati baik sukses di
dunia maupun di akhirat. Hati adalah sumber akhlaq, tingkah laku, cara
berpikir, perasaan, dan tentu saja tempatnya iman dan takwa. Dalam meraih sukses, maka
langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki hati dan teguh dalam
kondisi hati yang baik. Memang tidak mudah menjaga keteguhan hati. Dan, salah
satu cara untuk menjaganya ialah dengan memohon kepada Sang Pemilik hati
kita(berdo’a).
Minggu, 08 April 2012
Minggu, 04 Maret 2012
Tawakal saja, karna Allah lebih tahu....
Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.
Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang
hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum
juga terwujud.
Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya,
namun hingga detik ini belum juga terpenuhi. Mungkin, saya pernah
merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga
terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir
selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.
Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang
terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam
menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat
bantuan dari yang Maha Kuat.
Kamis, 01 Maret 2012
Tilawah,,, one day one juz???
Bismillah… dengan nama Allah yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang. Segala puji hanyalah milik Allah ta’ala, yang telah
menurunkan Al Qur’an kepada hambaNya kitab Al-Qur’an sebagai penjelasan atas
segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.
Shalawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah SAW, Keluarga,
Sahabat, dan orang-orang yang tetap teguh dalam ajaran Islam yang senantiasa
berittiba’ dan mengikuti sunnah-sunnah beliau SAW, sampai akhir zaman.
Dalam suatu halaqah ilmu yang anggotanya
rata-rata ibu rumah tangga dengan segala kesibukannya, dilontarkanlah sebuah
pertanyaan. “Berapa target harian tilawah (membaca) Al-Qur’an?”
Jawabannya memang beragam, ada yang sanggup sehari 3 halaman, ada yang sanggup
sehari 5 halaman, ada yang satu juz(10 halaman) bahkan lebih dari itu. Namun
sangat di sayangkan ternyata rata-rata belum tercapai 1 juz dalam sehari.
Mengapa harus satu juz sehari? Mungkin sebagian
dari kita akan mengatakan “waduh boro-boro se-juz? Menyentuh Al-Qur’an saja
belum tentu…he-he-he.” Ternyata di kalangan orang-orang yang terbiasa dengan
halaqah ilmu saja masih terasa berat dengan istilah “rutin tilawah Al Quran
satu hari satu juz”. Lantas bagaimana dengan mereka yang masih sangat awam
dengan keislamannya?
Langganan:
Postingan (Atom)


