CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 06 Februari 2012

10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an


Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an 
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah 
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung 
 Tahun Terbit : 2009 
Tebal Buku : xiv + 150 halaman 

Dulu ada buku berjudul Doktor Cilik Hafal Al Qur’an yang mengisahkan tentang seorang bocah kecil, mungil dan lucu dari Iran yang sudah hafal Alquran. Maka kisah nyata dalam buku yang tak kalah menarik dan inspiratif ini … khususnya di Indonesia saat ini, ada 10 orang bersaudara yang telah dan tengah berproses menjadi hafizh (penghafal) Al Qur’an. Kesepuluh bersaudara ini tidak lahir dari keluarga yang khusus mendalami Alquran. Tetapi, Ayah mereka (Mutammimul Ula) adalah anggota DPR- RI yang sangat sibuk, dan jarang di rumah. Lebih dari itu, ibu mereka yang bernama Wirianingsih adalah seorang pemimpin organisasi muslimah dengan cabang di 28 provinsi. Beliau sangat sibuk, dan sering pulang-pergi ke luar negeri. Lebih luar biasa lagi adalah kesepuluh bersaudara ini ternyata tidak hanya menjadi bintang dalam menghafal Alquran. Tapi mereka telah mampu menorehkan prestasi melangit di sekolahnya masing-masing.

Kamis, 02 Februari 2012

Urgensi Jamaah

Aku ingin menggambarkan makna jama’ah dengan sangat sederhana. Bukan dengan dalil-dalil, karena itu sudah sangat banyak dijelaskan para ulama dan para ustadz. Namun dengan hal-hal praktis yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian. Hal-hal mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kegiatan.

Dalam Skala Personal
Engkau adalah seorang kader dakwah, seorang aktivis. Dalam dirimu teramat banyak potensi yang Allah berikan, alhamdulillah. Dengan berbagai potensi itu engkau bisa melakukan banyak hal, teramat sangat banyak hal. Engkau bisa mengundang banyak orang untuk datang menghadiri kegiatanmu, engkau bisa mengumpulkan banyak khalayak untuk memenuhi undanganmu. Engkau bisa menggelar ribuan acara dengan nama dan potensimu. Engkau bisa mengatakan, “Sendiri saja, aku bisa melakukan semua ini”.

Rabu, 01 Februari 2012

Jika engkau.....

Jika engkau kecewa karena kemiskinan, tanyakan pada dirimu sendiri, sejauh mana dirimu telah berusaha menjadi kaya? Atau mungkin menurut الله kita memang belum pantas menjadi orang kaya karena kita masih menjadi orang yang pelit dengan zakat, infaq dan shodaqoh, sehingga kita lebih aman jadi orang “miskin”.

Jika engkau kecewa melihat anak-anak, pasangan dan keluarga kita kurang menghargai kita, tanyakanlah pada dirimu sendiri, apakah kita sudah menghargai mereka?

Jika engkau kecewa melihat murobbi kurang baik, maka tanyakan pada diri sendiri, apakah sebagai mutarobbi, dirimu telah baik? Dan juga sebaliknya, jika engkau kecewa melihat mutarobbi kurang baik, tanyakan pada diri sendiri apakah engkau telah menjadi murabbi yang baik?